Media
Sosial
Ruang sosial yang semakin
sempit dan ikatan emosional yang rendah terutama di kota-kota besar menimbulkan
adanya perubahan dalam pola interaksi masyarakat. Dengan seiring perkembangan
jaman, akhirnya munculnya teknologi digital menjadi alat untuk menyalurkan
emosi alias katarsis bagi masyarakat. Selain adanya faktor internal, faktor
eksternal juga mendasari terciptanya ruang sosial dengan cakupan yang luas,
artinya disini ruang sosial yang awalnya sangat terbatas kini menjadi tidak
memiliki batasan atau tanpa batas (namun tetap disertai dengan kaidah-kaidah
tertentu). Keberadaan individu yang
tidak bisa mengekspresikan perasaannya pada lingkungan terdekatnya,
kemudian sulitnya untuk membuka diri pada orang membuat ruang sosial
mengalihkan perannya menjadi sebuah media sosial yang secara mutlak menjadi
sarana bagi mereka untuk meningkatkan kemampuan individu uuntuk berinteraksi
dan saling terbuka satu sama lain. Media sosial kini sudah menjadi bagian
kehidupan sehari-hari masyarakat.
Pada
dasarnya media sosial adalah sebuah media online
dengan peran multifungsi yang memungkinkan terjadinya partisipasi dalam
berbagai hal yang terkait dengan kehidupan dari para penggunanya. Dalam hal ini
media online ini akan menjadikan dirinya sebagai sebuah “wadah” bagi para
penggunanya untuk saling berbagi,
dan menciptakan sebuah ide yang kemudian diimplementasikan
dalam sebuah karya dalam media itu sendiri. Dalam menggunakan media online
pengguna dapat berinteraksi secara bebas,
tanpa harus melalui suatu perantara (Gatekeeper).
Selain itu dengan media online, keefektivan penyampaian pesan antar sesama
pengguna akan lebih cepat dibandingkan media lainnya, karena disini penerima
pesan dapat dengan menentukan waktu interaksinya. Pada dasarnya orientasi yang
ingin dicapai dari lahirnya media
sosial adalah memudahkan
interaksi sosial, yang bersifat interaktif. Media sosial berbasis pada
teknologi internet yang mengubah pola penyebaran informasi dari yang sebelumnya
bersifat broadcast media monologue (satu ke banyak audiens) ke social media
dialogue (banyak audiens ke banyak audiens). Media sosial juga mendukung
terciptanya demokratisasi informasi dan ilmu pengetahuan, yang mengubah
perilaku audiens dari yang sebelumnya pengonsumsi konten beralih ke pemroduksi
konten. Dalam hal ini individu
dapat membagi ide, berkontribusi, dan berkolaborasi untuk menciptakan kreasi, berfikir,
berdebat, menemukan orang yang bisa menjadi relasi, menemukan pasangan, dan membangun sebuah komunitas
yang memang sesuai dengan keinginananya.
Kesemuanya itu akan mengacu pada aktualisasi diri sehingga disini
mereka akan berusaha untuk menggunakan
media sosial sebagai dirinya sendiri sehingga kebutuhan menciptakan personal
branding akan terlaksana.
Terdapat
enam jenis media sosial: proyek kolaborasi (misalnya, Wikipedia), blog dan
microblogs (misalnya, Twitter), komunitas konten (misalnya YouTube), situs
jaringan sosial (misalnya Facebook), game virtual dunia (misalnya, World of
Warcraft), dan dunia sosial virtual (Second Life misalnya). Media sosial teknologi mengambil berbagai bentuk termasuk majalah, forum
internet, weblog, blog sosial, microblogging, wiki, podcast, foto atau gambar,
video, peringkat dan bookmark sosial. Blog, jejaring sosial dan wiki merupakan
bentuk media sosial yang secara umum paling sering digunakan oleh
masyarakat. Media online yang mendukung interaksi sosial. ini menggunakan
teknologi berbasis web yang mengubah komunikasi menjadi dialog interaktif.serta
merupakan kelompok aplikasi berbasis Internet yang dibangun di atas fondasi
ideologis dan teknologis Web 2.0.
Dalam
media sosial terdapat banyak orang dengan berbagai kepentingan dari mulai yang
hanya cari-cari hiburan semata sampai yang berbisnis bahkan ada juga yang ingin
berbuat kejahatan. Jadi sosial media sendiri seperti pasar, ada orang yang
berjual beli, ada orang yang sekedar jalan-jalan, sampai pencopet atau pencuri.
Selayaknya kita menggunakan sosial media dengan bijak. Jangan kita dengan
gampangnya melempar sebuah informasi tanpa kita tahu kebenarannya. Kita juga
harus berhati-hati terhadap privasi kita. Janganlah memberikan informasi
pribadi kepada orang yang baru saja dikenal lewat sosial media. Karena kita
tidak tahu bagaimana orang itu sebenarnya.
Selain
dimanfaatkan sebagai ajang untuk meningkatkan interaksi dengan para masyarakat,
belakangan ini pengaruh penggunaan media sosial telah menjalar pada bidang
ekonomi dengan menjadi salah satu ladang promosi yang cukup potensial. Beragam
jenis produk maupun jasa mulai ramai dipasarkan para pelaku usaha melalui
akun-akun pribadi yang sengaja mereka buat untuk mempromosikan bisnisnya di
dunia maya. Kekuatan media sosial (socmed) yang cukup besar, memberikan
keuntungan tersendiri bagi para pelaku usaha. Dengan mengoptimalkan media
sosial sebagai ladang promosi, setidaknya para pengusaha bisa mengurangi biaya
iklan setiap bulannya dan mendatangkan banyak pelanggan dari berbagai kalangan
masyarakat. Salah satu peran dari multifungsi dari media sosial dapat
dimanfaatkan sebagai sarana promosi, karena disini media tersebut
tidak terlepas dari semakin mudahnya mengakses jaringan internet sehingga akan
terdapat semakin banyak jenis media
sosial yang bisa dimanfaatkan atau diajak bekerjasama dalam rangka promosi
produk mereka. Dari pemaparan tersebut dapat kita ibaratkan bahwa media sosial
itu adalah sebuah kolam yang diisi beragam jenis ikan yang berjumlah jutaan.
Artinya bagi pelaku wirausaha, media sosial adalah tempat mancing yang sangat
menyenangkan, selain murah, mudah, tidak terbatas jarak dan waktu sekaligus bisa
mendapatkan bermacam ikan sesuai jenis umpan yang mereka gunakan. Resikonya adalah tentu tingkat persaingan
yang sangat tinggi, terutama dengan jenis produk yang sama. Selain itu ada
banyak pandangan negatif pada bisnis online semacam ini dikarenakan oknum-oknum
penipu yang menjual barang fiktif pada konsumennya atau oknum-oknum yang
sekedar ingin mendapatkan data-data pribadi orang lain.
Selain
merajahi pada bidang ekonomi, kini media sosial pun mulai ikut berkontribusi
pada bidang politik. Bila dulu kita hanya mengenal tiga pilar kekuasaan (dan
demokrasi), yakni; eksekutif, legislatif, dan yudikatif. Kemudian di era
kemunculan media massa, baik cetak maupun elektronik; koran, majalah, televisi,
radio, dsb, didukung dengan kebebasan (yang bertanggung jawab) bagi media-media
tersebut, media massa pun tampil sebagai pilar demokrasi yang keempat–pilar
yang mengawasi dan mengontrol tindak-tanduk ketiga pilar sebelumnya. Dan kini,
seiring menjamurnya Web 2.0 dengan media-media sosialnya, bangkitlah pilar kelima,
yakni; internet dan media-media sosial itu sendiri. Dalam pilar kelima inilah
rakyat banyak dapat berpartisipasi langsung dalam jalannya demokrasi. Melalui
pilar kelima pula ini rakyat dapat menyalurkan aspirasinya secara bebas dan
terbuka, kapan saja dan di mana saja. media sosial merupakan salah satu sarana
yang cepat dan tepat untuk menyebarkan berita dan fakta, menumbuhkan rasa
solidaritas, dan kemudian menggalang massa.
Saat
teknologi internet dan mobile phone makin maju maka media sosial pun ikut
tumbuh dengan pesat. Kini untuk mengakses sosial media bisa dilakukan dimana
saja dan kapan saja hanya dengan menggunakan sebuah mobile phone. Demikian
cepatnya orang bisa mengakses media sosial mengakibatkan terjadinya fenomena
besar terhadap arus informasi tidak hanya di negara-negara maju, tetapi juga di
Indonesia. Karena kecepatannya media sosial juga mulai tampak menggantikan
peranan media massakonvensional dalam menyebarkan berita-berita. Secara
tidak sadar dengan bergabung dengan layanan sosial media, kita akan memiliki
banyak teman-teman baru (secara virtual), bertemu kembali dengan teman lama
sehingga terciptalah suatu reuni. Para Selebriti lebih mudah berjumpa dengan
fans, begitu pula sebaliknya, fans merasa lebih dekat dengan idolanya hanya
melalui situs jejaringsosial. Saat ini banyak informasi-informasi tersebar
lebih cepat dan lebih up to date melalui situs-situs media social dibandingkan
dengan media mainstream resmi seperti news, koran, televisi, dll. Maka dengan
hai ini bermunculah banyak Pewarta Warga atau dengan istilah lain Citizen
Jurnalism. Mereka tidak belajar bagaimana mengabarkan berita, tetapi melalui
tulisan sepanjang 140 karakter bisa jadi informasi yang penting untuk kita dan
tidak kalah dari media-media massa lain.
Last but not least, Dengan beragam media social, tentunya kita harus tetap menjaga
ke-autentik-kan diri, dan juga privacy serta kerahasiaan data-data pribadi
kita. Bedakan dengan baik, mana yang bisa dishare mana yang jangan dishare.
Bedakan dengan bijak mana ruang publik mana ruang privat, walau hanya melaluimedia
social.
Perkembangan
dari Media Sosial itu sendiri sebagai berikut
§ 1978 Awal dari penemuan Sistem papan buletin yang memungkinkan untuk dapat berhubungan dengan
orang lain menggunakan surat elektronik , ataupun mengunggah dan mengunduh Perangkat lunak , semua ini dilakukan masih dengan menggunakan
saluran telepon yang
terhubung dengaan modem
§ 1995 Kelahiran dari situs GeoCities, situs ini melayani Web Hosting yaitu layanan penyewaan penyimpanan data - data
website agar halaman website tersebut bisa di akses dari mana saja, dan
kemunculan GeoCities ini menjadi tonggak dari berdirinya website - website
lain.
§ 1997 Muncul situs jejaring sosial pertama yaitu Sixdegree.com walaupun sebenarnya pada tahun 1995 terdapat situs Classmates.com yang juga merupakan situs jejaring sosial
namun, Sixdegree.com di anggap lebih menawarkan sebuah situs jejaring
sosial di banding Classmates.com
§ 1999 Muncul situs untuk membuat blog pribadi, yaitu Blogger. situs ini menawarkan penggunanya untuk bisa membuat
halaman situsnya sendiri. sehingga pengguna dariBlogger ini
bisa memuat hal tentang apapun. termasuk hal pribadi ataupun untuk mengkritisi
pemerintah. sehingga bisa di katakan blogger ini menjadi tonggak berkembangnya
sebuah Media sosial.
§ 2002 Berdirinya Friendster, situs jejaring sosial yang pada saat itu menjadi
booming, dan keberadaan sebuah media
sosial menjadi fenomenal.
§ 2003 Berdirinya LinkedIn, tak hanya berguna untuk bersosial, LinkedIn juga
berguna untuk mencari pekerjaan, sehingga fungsi dari sebuah Media Sosial makin
berkembang.
§ 2003 Berdirinya MySpace, MySpace menawarkan kemudahan dalam Imenggunakannya,sehingga myspace di katakan situs jejaring
sosial yang user friendly.
§ 2004 Lahirnya Facebook, situs jejaring sosial yang terkenal hingga sampai saat
ini, merupakan salah satu situs jejaring sosial yang memiliki anggota
terbanyak.
§ 2006 Lahirnya Twitter, situs jejaring sosial yang berbeda dengan yang lainnya,
karena pengguna dari Twitter hanya bisa mengupdate status atau yang
bernama Tweet ini yang hanya di batasi 140 karakter.
§ 2011 Lahirnya Google+, google meluncurkan situs jejaring sosialnya yang bernama
google+, namun pada awal peluncuran. google+ hanya sebatas pada orang yang
telah di invite oleh google. Setelah itu google+ di luncurkan secara umum.
Perkembangan
dari media sosial ini sungguh pesat, ini bisa di lihat dari banyaknya jumlah
anggota yang di miliki masing - masing situs jejaring sosial ini, berikut tabel jumlah anggota dari masing -
masing situs yang di kutip dari (August E. Grant:297) pada 1 mei 2010 :
No
|
Nama
situs
|
Jumlah
member
|
1
|
facebook
|
250.000.000
|
2
|
myspace
|
122.000.000
|
3
|
twitter
|
80.500.000
|
4
|
linkedin
|
50.000.000
|
5
|
ning
|
42.000.000
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar