Senin, 11 Juni 2012

media sosial


Media Sosial
Ruang sosial yang semakin sempit dan ikatan emosional yang rendah terutama di kota-kota besar menimbulkan adanya perubahan dalam pola interaksi masyarakat. Dengan seiring perkembangan jaman, akhirnya munculnya teknologi digital menjadi alat untuk menyalurkan emosi alias katarsis bagi masyarakat. Selain adanya faktor internal, faktor eksternal juga mendasari terciptanya ruang sosial dengan cakupan yang luas, artinya disini ruang sosial yang awalnya sangat terbatas kini menjadi tidak memiliki batasan atau tanpa batas (namun tetap disertai dengan kaidah-kaidah tertentu). Keberadaan individu yang  tidak bisa mengekspresikan perasaannya pada lingkungan terdekatnya, kemudian sulitnya untuk membuka diri pada orang membuat ruang sosial mengalihkan perannya menjadi sebuah media sosial yang secara mutlak menjadi sarana bagi mereka untuk meningkatkan kemampuan individu uuntuk berinteraksi dan saling terbuka satu sama lain. Media sosial kini sudah menjadi bagian kehidupan sehari-hari masyarakat.
            Pada dasarnya media sosial adalah sebuah media online dengan peran multifungsi yang memungkinkan terjadinya partisipasi dalam berbagai hal yang terkait dengan kehidupan dari para penggunanya. Dalam hal ini media online ini akan menjadikan dirinya sebagai sebuah “wadah” bagi para penggunanya untuk saling berbagi, dan menciptakan sebuah ide yang kemudian diimplementasikan dalam sebuah karya dalam media itu sendiri. Dalam menggunakan media online pengguna dapat berinteraksi secara bebas, tanpa harus melalui suatu perantara (Gatekeeper). Selain itu dengan media online, keefektivan penyampaian pesan antar sesama pengguna akan lebih cepat dibandingkan media lainnya, karena disini penerima pesan dapat dengan menentukan waktu interaksinya. Pada dasarnya orientasi yang ingin dicapai dari lahirnya media sosial adalah memudahkan interaksi sosial, yang bersifat interaktif. Media sosial berbasis pada teknologi internet yang mengubah pola penyebaran informasi dari yang sebelumnya bersifat broadcast media monologue (satu ke banyak audiens) ke social media dialogue (banyak audiens ke banyak audiens). Media sosial juga mendukung terciptanya demokratisasi informasi dan ilmu pengetahuan, yang mengubah perilaku audiens dari yang sebelumnya pengonsumsi konten beralih ke pemroduksi konten. Dalam hal ini individu dapat membagi ide, berkontribusi, dan berkolaborasi untuk menciptakan kreasi, berfikir, berdebat, menemukan orang yang bisa menjadi relasi, menemukan pasangan, dan membangun sebuah komunitas yang memang sesuai dengan keinginananya. Kesemuanya itu akan mengacu pada aktualisasi diri sehingga disini mereka akan berusaha untuk menggunakan media sosial sebagai dirinya sendiri sehingga kebutuhan menciptakan personal branding akan terlaksana.
            Terdapat enam jenis media sosial: proyek kolaborasi (misalnya, Wikipedia), blog dan microblogs (misalnya, Twitter), komunitas konten (misalnya YouTube), situs jaringan sosial (misalnya Facebook), game virtual dunia (misalnya, World of Warcraft), dan dunia sosial virtual (Second Life misalnya). Media sosial teknologi mengambil berbagai bentuk termasuk majalah, forum internet, weblog, blog sosial, microblogging, wiki, podcast, foto atau gambar, video, peringkat dan bookmark sosial. Blog, jejaring sosial dan wiki merupakan bentuk media sosial yang secara umum paling sering digunakan oleh masyarakat. Media online yang mendukung interaksi sosial. ini menggunakan teknologi berbasis web yang mengubah komunikasi menjadi dialog interaktif.serta merupakan kelompok aplikasi berbasis Internet yang dibangun di atas fondasi ideologis dan teknologis Web 2.0.
            Dalam media sosial terdapat banyak orang dengan berbagai kepentingan dari mulai yang hanya cari-cari hiburan semata sampai yang berbisnis bahkan ada juga yang ingin berbuat kejahatan. Jadi sosial media sendiri seperti pasar, ada orang yang berjual beli, ada orang yang sekedar jalan-jalan, sampai pencopet atau pencuri. Selayaknya kita menggunakan sosial media dengan bijak. Jangan kita dengan gampangnya melempar sebuah informasi tanpa kita tahu kebenarannya. Kita juga harus berhati-hati terhadap privasi kita. Janganlah memberikan informasi pribadi kepada orang yang baru saja dikenal lewat sosial media. Karena kita tidak tahu bagaimana orang itu sebenarnya.
            Selain dimanfaatkan sebagai ajang untuk meningkatkan interaksi dengan para masyarakat, belakangan ini pengaruh penggunaan media sosial telah menjalar pada bidang ekonomi dengan menjadi salah satu ladang promosi yang cukup potensial. Beragam jenis produk maupun jasa mulai ramai dipasarkan para pelaku usaha melalui akun-akun pribadi yang sengaja mereka buat untuk mempromosikan bisnisnya di dunia maya. Kekuatan media sosial (socmed) yang cukup besar, memberikan keuntungan tersendiri bagi para pelaku usaha. Dengan mengoptimalkan media sosial sebagai ladang promosi, setidaknya para pengusaha bisa mengurangi biaya iklan setiap bulannya dan mendatangkan banyak pelanggan dari berbagai kalangan masyarakat. Salah satu peran dari multifungsi dari media sosial dapat dimanfaatkan sebagai sarana promosi, karena disini media tersebut tidak terlepas dari semakin mudahnya mengakses jaringan internet sehingga akan terdapat semakin banyak  jenis media sosial yang bisa dimanfaatkan atau diajak bekerjasama dalam rangka promosi produk mereka. Dari pemaparan tersebut dapat kita ibaratkan bahwa media sosial itu adalah sebuah kolam yang diisi beragam jenis ikan yang berjumlah jutaan. Artinya bagi pelaku wirausaha, media sosial adalah tempat mancing yang sangat menyenangkan, selain murah, mudah, tidak terbatas jarak dan waktu sekaligus bisa mendapatkan bermacam ikan sesuai jenis umpan yang mereka gunakan.  Resikonya adalah tentu tingkat persaingan yang sangat tinggi, terutama dengan jenis produk yang sama. Selain itu ada banyak pandangan negatif pada bisnis online semacam ini dikarenakan oknum-oknum penipu yang menjual barang fiktif pada konsumennya atau oknum-oknum yang sekedar ingin mendapatkan data-data pribadi orang lain.
            Selain merajahi pada bidang ekonomi, kini media sosial pun mulai ikut berkontribusi pada bidang politik. Bila dulu kita hanya mengenal tiga pilar kekuasaan (dan demokrasi), yakni; eksekutif, legislatif, dan yudikatif. Kemudian di era kemunculan media massa, baik cetak maupun elektronik; koran, majalah, televisi, radio, dsb, didukung dengan kebebasan (yang bertanggung jawab) bagi media-media tersebut, media massa pun tampil sebagai pilar demokrasi yang keempat–pilar yang mengawasi dan mengontrol tindak-tanduk ketiga pilar sebelumnya. Dan kini, seiring menjamurnya Web 2.0 dengan media-media sosialnya, bangkitlah pilar kelima, yakni; internet dan media-media sosial itu sendiri. Dalam pilar kelima inilah rakyat banyak dapat berpartisipasi langsung dalam jalannya demokrasi. Melalui pilar kelima pula ini rakyat dapat menyalurkan aspirasinya secara bebas dan terbuka, kapan saja dan di mana saja. media sosial merupakan salah satu sarana yang cepat dan tepat untuk menyebarkan berita dan fakta, menumbuhkan rasa solidaritas, dan kemudian menggalang massa.
            Saat teknologi internet dan mobile phone makin maju maka media sosial pun ikut tumbuh dengan pesat. Kini untuk mengakses sosial media bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja hanya dengan menggunakan sebuah mobile phone. Demikian cepatnya orang bisa mengakses media sosial mengakibatkan terjadinya fenomena besar terhadap arus informasi tidak hanya di negara-negara maju, tetapi juga di Indonesia. Karena kecepatannya media sosial juga mulai tampak menggantikan peranan media massakonvensional dalam menyebarkan berita-berita. Secara tidak sadar dengan bergabung dengan layanan sosial media, kita akan memiliki banyak teman-teman baru (secara virtual), bertemu kembali dengan teman lama sehingga terciptalah suatu reuni. Para Selebriti lebih mudah berjumpa dengan fans, begitu pula sebaliknya, fans merasa lebih dekat dengan idolanya hanya melalui situs jejaringsosial. Saat ini banyak informasi-informasi tersebar lebih cepat dan lebih up to date melalui situs-situs media social dibandingkan dengan media mainstream resmi seperti news, koran, televisi, dll. Maka dengan hai ini bermunculah banyak Pewarta Warga atau dengan istilah lain Citizen Jurnalism. Mereka tidak belajar bagaimana mengabarkan berita, tetapi melalui tulisan sepanjang 140 karakter bisa jadi informasi yang penting untuk kita dan tidak kalah dari media-media massa lain.

Last but not least, Dengan beragam media social,  tentunya kita harus tetap menjaga ke-autentik-kan diri, dan juga privacy serta kerahasiaan data-data pribadi kita. Bedakan dengan baik, mana yang bisa dishare mana yang jangan dishare. Bedakan dengan bijak mana ruang publik mana ruang privat, walau hanya melaluimedia social.


Perkembangan dari Media Sosial itu sendiri sebagai berikut 
§  1978 Awal dari penemuan Sistem papan buletin yang memungkinkan untuk dapat berhubungan dengan orang lain menggunakan surat elektronik , ataupun mengunggah dan mengunduh Perangkat lunak , semua ini dilakukan masih dengan menggunakan saluran telepon yang terhubung dengaan modem
§  1995 Kelahiran dari situs GeoCities, situs ini melayani Web Hosting yaitu layanan penyewaan penyimpanan data - data website agar halaman website tersebut bisa di akses dari mana saja, dan kemunculan GeoCities ini menjadi tonggak dari berdirinya website - website lain.
§  1997 Muncul situs jejaring sosial pertama yaitu Sixdegree.com walaupun sebenarnya pada tahun 1995 terdapat situs Classmates.com yang juga merupakan situs jejaring sosial namun, Sixdegree.com di anggap lebih menawarkan sebuah situs jejaring sosial di banding Classmates.com
§  1999 Muncul situs untuk membuat blog pribadi, yaitu Blogger. situs ini menawarkan penggunanya untuk bisa membuat halaman situsnya sendiri. sehingga pengguna dariBlogger ini bisa memuat hal tentang apapun. termasuk hal pribadi ataupun untuk mengkritisi pemerintah. sehingga bisa di katakan blogger ini menjadi tonggak berkembangnya sebuah Media sosial.
§  2002 Berdirinya Friendster, situs jejaring sosial yang pada saat itu menjadi booming, dan keberadaan sebuah media sosial menjadi fenomenal.
§  2003 Berdirinya LinkedIn, tak hanya berguna untuk bersosial, LinkedIn juga berguna untuk mencari pekerjaan, sehingga fungsi dari sebuah Media Sosial makin berkembang.
§  2003 Berdirinya MySpace, MySpace menawarkan kemudahan dalam Imenggunakannya,sehingga myspace di katakan situs jejaring sosial yang user friendly.
§  2004 Lahirnya Facebook, situs jejaring sosial yang terkenal hingga sampai saat ini, merupakan salah satu situs jejaring sosial yang memiliki anggota terbanyak.
§  2006 Lahirnya Twitter, situs jejaring sosial yang berbeda dengan yang lainnya, karena pengguna dari Twitter hanya bisa mengupdate status atau yang bernama Tweet ini yang hanya di batasi 140 karakter.
§  2011 Lahirnya Google+google meluncurkan situs jejaring sosialnya yang bernama google+, namun pada awal peluncuran. google+ hanya sebatas pada orang yang telah di invite oleh google. Setelah itu google+ di luncurkan secara umum.
Mejnurut Antony Mayfield dari iCrossing,
Perkembangan dari media sosial ini sungguh pesat, ini bisa di lihat dari banyaknya jumlah anggota yang di miliki masing - masing situs jejaring sosial ini, berikut tabel jumlah anggota dari masing - masing situs yang di kutip dari (August E. Grant:297) pada 1 mei 2010 :
No
Nama situs
Jumlah member
1
facebook
250.000.000
2
myspace
122.000.000
3
twitter
80.500.000
4
linkedin
50.000.000
5
ning
42.000.000

Tidak ada komentar:

Posting Komentar